Tasyakuran Ruwat Laut Carita Curi Perhatian Wisatawan Manca Negara
CILEGONSATU.ID – Puncak Acara Tasyakuran Ruwatan Carita di gelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Pantai Mutiara Carita, Pandeglang, Minggu (28/6/2026). Selain melibatkan ribuan masyarakat setempat dan wisatawan domestik, agenda rutin tahunan ini berhasil mencuri perhatian wisatawan asal Kanada, Jerman, Australia dan Inggris.
Hadir dalam acara itu, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, Sekretaris Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Effin Martiana, Wakil Ketua Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Banten Irfan Nur Maruf, dan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pandeglang Ja’i Suryadi.
Kemudian tampak juga Kepala Loka PRL Serang Sandoso Budi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Eniyati, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang Uun Junandar, Plh Kadis Kominfo Kabupaten Pandeglang Abdul Latif, Sekdis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang Yuliana Aristian, Kabid Informasi Publik Diskominfosantik Kabupaten Pandeglang Esih Suarsih, Danramil Labuan-Carita Aries, Kapolsek Carita Iptu Supandi, serta Camat Carita Marda.
Dalam sambutannya, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, Tasyakuran Laut bukan hanya menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga menjadi bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rezeki yang diberikan melalui hasil laut.
“Acara ini berlangsung sangat meriah. Semua kalangan ikut berpartisipasi dan menikmati, sehingga tercipta rasa syukur, kebersamaan, dan keceriaan di tengah masyarakat Carita,” ujar Dewi.
Menurutnya, penyelenggaraan Tasyakuran Laut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Banyaknya pengunjung yang datang untuk menyaksikan rangkaian kegiatan, membuat sektor usaha, khususnya UMKM dan pelaku wisata di kawasan Carita, ikut bergeliat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Dewi juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai dan laut, sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam melestarikan sumber daya kelautan.
“Saya mengimbau masyarakat, agar tidak membuang sampah ke laut. Jika laut bersih, ekosistem akan tetap terjaga, ikan tidak tercemar, dan hasil tangkapan nelayan pun akan lebih berkualitas serta menyehatkan,” tegasnya.
Sementara, Effin Martiana, Sekretaris Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menekankan, pentingnya menjaga kelestarian laut.
“Kelestarian laut harus terus dijaga, agar ekosistemnya tidak rusak maupun punah. Dengan menjaga lingkungan laut, kita juga menjaga masa depan para nelayan dan generasi yang akan datang,” ujarnya.
Suksesnya kegiatan rangkaian agenda tasyakuran dan Ruwat Laut Pantai Carita 2026 mulai tanggal 10 Juni hingga memasuki fase puncak pada 28 Juni 2026 tidak terlepas dari peran Ketua Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC), Franky Supriadi.
“Tujuan utama kami adalah merawat budaya leluhur yang dianggap sakral. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Carita, karena ternyata budaya menjadi bagian penting dalam mengangkat sektor pariwisata ke depan,” ujar Franky.
Ditambahkan oleh Franky, ruwat laut merupakan tradisi turun-temurun masyarakat pesisir sebagai wujud syukur atas rezeki hasil tangkapan dan doa memohon keselamatan.
“Praktik kearifan lokal ini diyakini membawa berkah, memperkuat gotong royong, dan menjaga keharmonisan nelayan dengan alam, yang secara tidak langsung mendukung kesejahteraan mereka,” jelas Franky.
Sementara itu, Wakil Dekopinwil Banten Irfan Nur Maruf mendukung keinginan Ketua KPPC Franky Supriadi membentuk Koperasi untuk para Nelayan.
“Koperasi ini nantinya akan membantu nelayan keluar dari jeratan tengkulak karena adanya bantuan akses modal, stabilitas harga jual ikan, dan BBM subsidi dengan harga lebih terjangkau. Dekopinwil Banten siap membantu mewujudkan keinginan tersebut,” ujar Irfan. (Red)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan