CILEGONSATU.ID – PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) atau PT ABM menerima kunjungan Perseroan Daerah (Perseroda) Lampung Selatan Maju dalam rangka penjajakan potensi kerja sama antardaerah, khususnya di sektor agribisnis. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Pusat PT ABM, Ruko Sukses 2, Kota Serang, Senin (20/01/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk menggali potensi unggulan masing-masing daerah sekaligus membuka peluang sinergi antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), baik dalam sektor perdagangan, pertanian, maupun pengembangan ekonomi daerah berbasis kerakyatan.
Rombongan Perseroda Lampung Selatan Maju dipimpin langsung oleh Direktur Utama Baiquni Aka Sanjaya, didampingi Direktur Operasional Ami Mahzumi, serta Nuri Safitri dan Saeb NH.
Sementara dari PT ABM, rombongan diterima oleh Sekretaris Perusahaan Irfan Nur Ma’ruf, Kepala SPI Sartono, Eko Noviyadi, M. Rizki Halim, dan Rio Firmansyah.
Dalam pemaparannya, Baiquni Aka Sanjaya menjelaskan bahwa Perseroda Lampung Selatan Maju saat ini bergerak di tiga sektor utama, yakni perdagangan umum, agribisnis, dan pariwisata.
Pada sektor perdagangan umum, Perseroda Lampung Selatan Maju tengah mengembangkan pasar digital atau e-commerce sebagai upaya pemberdayaan usaha lokal melalui integrasi platform digital.
“Pengembangan e-commerce ini ditujukan untuk memperkuat usaha lokal agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memudahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memenuhi kebutuhan barang dan jasa secara transparan dan efisien,” ujar Baiquni.
Sementara itu, Direktur Operasional Ami Mahzumi menambahkan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Lampung Selatan, khususnya komoditas beras dan jagung. Produksi beras yang besar menjadikan Lampung Selatan sebagai salah satu lumbung padi sekaligus penyangga pangan nasional.
“Begitu pula dengan jagung. Produksinya melimpah dan hasil panennya tinggi, sehingga berpotensi besar untuk dikembangkan melalui kerja sama, termasuk penyediaan benih jagung yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan perusahaan,” jelas Ami.
Baiquni menegaskan bahwa arah pengembangan Perseroda Lampung Selatan Maju sejalan dengan arahan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, yakni tidak semata berorientasi pada keuntungan, melainkan juga beriringan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat, industri kreatif, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Pariwisata menjadi fokus utama karena potensi yang sangat besar. Bahkan Bapak Bupati kerap berkelakar bahwa semua dinas di Lampung Selatan adalah Dinas Pariwisata. Artinya, pengembangan pariwisata merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Perusahaan PT ABM Irfan Nur Ma’ruf menyampaikan bahwa PT ABM telah memiliki marketplace digital bernama Plaza Banten yang berfungsi sebagai platform penjualan produk UMKM sekaligus pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Plaza Banten tidak hanya memfasilitasi transaksi daring, tetapi juga mendorong UMKM lokal naik kelas melalui perluasan akses pasar, baik secara digital maupun offline,” kata Irfan.
Untuk sektor agribisnis, Irfan menilai peluang kerja sama paling potensial terletak pada komoditas jagung, khususnya jagung pipil untuk kebutuhan industri pakan ternak. Menurutnya, kebutuhan jagung di Provinsi Banten masih sangat tinggi dan belum mampu dipenuhi oleh produksi lokal.
“Di Banten terdapat belasan pabrik pakan ternak yang membutuhkan jagung dalam jumlah besar. Satu pabrik saja bisa memproduksi sekitar 10.000 ton pakan per bulan, dengan kebutuhan jagung mencapai 5.000 ton. Sementara produksi jagung di Banten baru mampu memenuhi sekitar 3 persen dari total kebutuhan,” paparnya.
Sejalan dengan program Gubernur Banten Andra Soni, Irfan berharap penjajakan kerja sama antara PT ABM dan Perseroda Lampung Selatan Maju dapat segera ditindaklanjuti, khususnya di sektor agribisnis jagung, mulai dari perdagangan, alih teknologi budi daya, hingga pengembangan rantai pasok dari hulu ke hilir.
“Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal menuju swasembada jagung di Provinsi Banten sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan