Gerakan Sosial Lima Tahun: Dari Recehan Menjadi Keberkahan Bersama
CILEGONSATU.ID – Suasana hangat penuh kebersamaan tampak di area Cilegon Expo 2026 ketika Yayasan Al-Amin Cilegon membuka Kedai Makan Gratis yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa syarat. Program ini menjadi salah satu titik paling humanis dalam gelaran expo, menghadirkan semangat berbagi di tengah keramaian acara publik.
Pimpinan Yayasan Al-Amin, Ustadz Nabhani, menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya bergerak dalam dua bidang utama, yakni pendidikan tahfiz Al-Qur’an dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Yayasan Al-Amin ini bergerak di bidang tahfiz dan sosial. Untuk tahfiz ada Rumah Tahfiz dan Pesantren Tahfiz yang berada di wilayah Ciwandan. Sementara sosialnya ada Kedai Makan Gratis dan santunan yatim setiap hari Jumat,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, program makan gratis bukan kegiatan sesaat, melainkan agenda rutin yang telah berjalan hampir lima tahun. Setiap Jumat, Yayasan Al-Amin menyediakan makanan gratis sejak pagi hingga siang hari, disertai santunan bagi anak yatim.
“Ini rutin. Insyaallah bulan Juli nanti genap lima tahun. Setiap Jumat kami adakan makan gratis, dan santunan yatim sekitar pukul 11 sampai setengah 12,” jelasnya.
Dalam perjalanannya, Yayasan Al-Amin juga telah melaksanakan berbagai program sosial berskala besar, mulai dari santunan 100 anak yatim, pembagian ribuan porsi makanan gratis, khitanan massal, hingga khataman Al-Qur’an 30 juz dalam rangka milad yayasan.
Menariknya, kegiatan sosial tersebut tidak ditopang donasi besar, melainkan dari partisipasi masyarakat secara gotong royong.
“Banyak yang tanya sumber dana dari mana. Justru ini the power of recehan. Tidak ada donatur besar. Sedikit demi sedikit dari masyarakat menengah ke bawah, tapi alhamdulillah selalu cukup setiap Jumat,” ungkap Nabhani.
Ia menambahkan, latar belakang lahirnya program Kedai Makan Gratis berangkat dari keprihatinan terhadap masyarakat pekerja informal seperti pengemudi ojek online, pedagang kecil, dan pekerja harian yang sering harus berjuang hanya untuk mendapatkan makan.
“Setidaknya kami ingin meringankan beban mereka. Kalau kebutuhan makan sudah terbantu, mungkin uangnya bisa dibawa pulang untuk keluarga,” katanya.
Sekretariat Yayasan Al-Amin sendiri berlokasi di kawasan Jombang Kali, Kota Cilegon, yang menjadi pusat aktivitas pendidikan dan gerakan sosial yayasan.
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Jadi Kota Cilegon ke-27, Syafrudin, mengapresiasi kehadiran Kedai Makan Gratis sebagai wujud nyata nilai kebersamaan dalam rangkaian perayaan kota.
Menurutnya, Cilegon Expo tidak hanya menghadirkan aktivitas ekonomi dan hiburan, tetapi juga ruang kepedulian sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
“Kami ingin rangkaian Hari Jadi Kota Cilegon ke-27 benar-benar menjadi pesta rakyat. Kehadiran Yayasan Al-Amin menunjukkan bahwa perayaan kota juga harus menghadirkan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan gotong royong,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini menjadi ruh penting dalam pembangunan kota yang tidak hanya maju secara industri, tetapi juga kuat secara sosial.
“Kota yang maju bukan hanya dilihat dari pembangunan fisik, tetapi dari kepedulian warganya terhadap sesama. Inilah wajah Cilegon yang kita bangun bersama,” tambahnya.
Kehadiran Kedai Makan Gratis di Cilegon Expo 2026 menjadi bukti bahwa ruang publik tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang tumbuhnya solidaritas sosial. Melalui gerakan sederhana berbasis kebersamaan, Yayasan Al-Amin menunjukkan bahwa kebaikan dapat lahir dari kepedulian kecil yang dilakukan secara konsisten. (Red)

Tinggalkan Balasan