CILEGONSATU.ID – Setiap Minggu pagi, jalanan utama di berbagai kota berubah jadi arena olahraga, hiburan, hingga tempat nongkrong keluarga. Itulah Car Free Day (CFD). Namun, tahukah kamu bahwa kegiatan yang kini akrab dengan jogging, bersepeda, dan jajan kuliner ini punya sejarah panjang? Ternyata, CFD bukan sekadar jalan yang ditutup, melainkan gerakan global yang lahir dari protes terhadap polusi udara di Eropa sejak 1956.

Dari Protes Jadi Gerakan Global

Car Free Day pertama kali muncul di Belanda pada 25 November 1956. Saat itu, masyarakat melakukan protes terhadap dampak negatif penggunaan mobil yang semakin merusak kualitas udara dan membuat kota penuh sesak. Aksi ini kemudian menginspirasi negara-negara lain di Eropa, termasuk Prancis, untuk mengadakan kegiatan serupa.

Seiring waktu, gagasan itu berkembang menjadi gerakan internasional. Puncaknya, pada tahun 2000, Komisi Eropa resmi menetapkan 22 September sebagai “In Town, Without My Car!” atau Hari Tanpa Mobil Sedunia. Sejak saat itu, CFD diperingati secara global, bukan hanya sebagai simbol perlawanan terhadap polusi, tetapi juga kampanye untuk hidup sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga:Waspada Penipuan

Masuk ke Indonesia Tahun 2002

Di Indonesia, Car Free Day pertama kali digelar di Jakarta pada 23 Mei 2002. Kegiatan ini dipelopori oleh Koalisi LSM Lingkungan sebagai respon atas tingginya polusi udara di ibu kota. Jalan protokol yang biasanya dipenuhi kendaraan bermotor ditutup, dan warga diajak menikmati udara lebih bersih dengan berjalan kaki, berlari, atau bersepeda.

Walau awalnya terasa aneh, masyarakat justru semakin antusias. CFD kemudian berkembang menjadi ruang publik baru yang multifungsi: tempat olahraga, kampanye lingkungan, panggung seni, hingga ajang komunitas.

Menyebar ke Berbagai Kota

Setelah sukses di Jakarta, CFD pun menyebar ke kota-kota lain seperti Bandung, Surabaya, Medan, dan berbagai daerah lain di Indonesia. Kini, hampir setiap akhir pekan, jalan raya utama berubah jadi ruang bersama bagi warga.

Lebih dari Sekadar Jalan Ditutup

Car Free Day bukan hanya soal jalan tanpa kendaraan bermotor. Lebih dari itu, CFD adalah simbol kesadaran masyarakat bahwa kota harus ramah untuk manusia, bukan hanya untuk mobil. Lewat gerakan ini, masyarakat diajak mengurangi polusi, mendukung transportasi publik, sekaligus menjaga kesehatan tubuh dengan gaya hidup lebih aktif. (Red)