CILEGONSATU.ID – Memasuki satu tahun masa kepemimpinannya, Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cilegon dalam memperkuat sektor keuangan daerah melalui optimalisasi peran BPR Syariah Cilegon Mandiri.
Dalam evaluasi kinerja setahun terakhir, Robinsar menekankan bahwa prioritas utama pemerintah daerah saat ini bukan mengejar keuntungan semata, melainkan memastikan kesehatan dan keberlanjutan lembaga keuangan daerah sebagai fondasi pemulihan ekonomi masyarakat.
“Penguatan kelembagaan menjadi langkah awal sebelum pengembangan usaha dilakukan secara lebih agresif. Sejalan dengan rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan, kami mendorong BPRS untuk memperkuat penyaluran pembiayaan dengan risiko minim, salah satunya melalui skema kredit bagi ASN/PNS dengan sistem potong gaji yang dinilai lebih aman dan terukur,” jelas Robinsar, Minggu (22/2/2026).
Kebijakan tersebut, lanjutnya, diharapkan mampu menjaga rasio kredit bermasalah tetap rendah sekaligus memperbaiki struktur keuangan BPRS agar lebih stabil dan berkelanjutan.
Selain itu, masih kata Robinsar, pemerintah daerah juga tengah mengkaji skema pembiayaan berbasis komunitas, termasuk kemungkinan dukungan terhadap pengurus RT/RW yang memiliki aktivitas UMKM, agar memperoleh akses permodalan yang lebih mudah dan legal melalui BPRS.
Robinsar menilai penguatan ekonomi perlu dimulai dari level paling bawah. Karena itu, pemerintah berencana mendorong skema pembiayaan yang memungkinkan pelaku UMKM di tingkat RT/RW mendapatkan akses modal melalui mekanisme yang aman dan sesuai regulasi.
“Penguatan ekonomi masyarakat di tingkat lingkungan akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan sekaligus menjaga stabilitas lembaga keuangan daerah,” tambahnya.
Dalam satu tahun kepemimpinannya, Robinsar menegaskan bahwa BPRS bukan sekadar lembaga keuangan, tetapi juga instrumen kebijakan ekonomi daerah yang berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan pendekatan kehati-hatian, penguatan tata kelola, serta ekspansi kredit produktif yang terukur, Pemkot optimistis BPRS Cilegon Mandiri dapat menjadi motor penggerak ekonomi rakyat.
Robinsar menutup dengan menekankan bahwa kesehatan lembaga tetap menjadi prioritas utama sebelum pengembangan bisnis dilakukan lebih luas. (Red)

Tinggalkan Balasan