CILEGONSATU.ID – Pemerintah Kota Cilegon terus mendorong pembangunan infrastruktur strategis sebagai bagian dari agenda penataan kota dan penguatan konektivitas wilayah. Sejumlah proyek prioritas mulai menunjukkan progres awal yang dinilai menjadi fondasi percepatan pembangunan ke depan.
Salah satu proyek utama adalah pembangunan Jalan Lingkar Utara, yang hingga saat ini telah mencapai pembebasan lahan seluas 19,9 hektare dari total kebutuhan 34,3 hektare. Proyek tersebut diproyeksikan menjadi jalur alternatif yang mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus memperkuat akses distribusi logistik.
Selain itu, pengembangan Pelabuhan Warnasari juga memasuki tahap awal melalui penandatanganan nota kesepahaman kerja sama dengan pihak industri. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor maritim dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kawasan industri.
Tidak hanya fokus pada konektivitas, pemerintah daerah juga melakukan penataan estetika dan identitas kota. Hal tersebut diwujudkan melalui pembangunan jalur kabel bawah tanah guna mengurangi kesemrawutan jaringan utilitas sekaligus meningkatkan keamanan infrastruktur.
Revitalisasi kawasan Monumen Geger Cilegon turut menjadi agenda prioritas sebagai bagian dari penguatan identitas sejarah dan ruang publik kota. Penataan kawasan ini diharapkan dapat menghadirkan ruang representatif bagi masyarakat sekaligus memperkuat citra kota yang tertata.
Plt Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Aziz Setia Ade, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur strategis dilaksanakan secara bertahap dengan perencanaan matang serta mengedepankan kolaborasi lintas sektor.
“Pembangunan infrastruktur strategis di Kota Cilegon kami jalankan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan lahan, dukungan masyarakat, serta sinergi dengan sektor industri. Progres awal yang sudah terlihat menjadi fondasi penting untuk percepatan pembangunan ke depan,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Sementara itu, Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama pemerintahan sebagai langkah mempercepat transformasi kota menuju pusat industri yang terintegrasi dan nyaman bagi masyarakat.
“Infrastruktur adalah fondasi pembangunan. Jalan Lingkar Utara, Pelabuhan Warnasari, hingga penataan wajah kota kami dorong agar mampu membuka akses ekonomi baru, memperkuat konektivitas, dan menghadirkan ruang kota yang lebih tertata serta humanis,” kata Robinsar.
Ia menambahkan, pembangunan tidak hanya diarahkan pada proyek fisik, tetapi juga dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap pembangunan infrastruktur memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari kemudahan mobilitas, peningkatan investasi, hingga terciptanya lapangan kerja baru,” ujarnya.
Robinsar juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat realisasi proyek prioritas.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan industri, masyarakat, dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur di Kota Cilegon dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.”
Dengan progres awal yang telah berjalan, Pemkot Cilegon optimistis pembangunan infrastruktur strategis dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan mobilitas, pertumbuhan ekonomi, serta kualitas tata ruang kota.
Pendekatan pembangunan bertahap namun konsisten dinilai menjadi strategi penting untuk memastikan proyek berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (Red)

Tinggalkan Balasan