PKB Cilegon Uji Strategi Baru: Rekrut Figur Lintas Partai demi Akhiri Stagnasi Kursi DPRD
CILEGONSATU.ID – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Cilegon bukan sekadar agenda rutin pergantian kepemimpinan. Forum ini menjadi arena uji strategi politik baru PKB untuk membuka pintu bagi figur lintas partai guna mengakhiri stagnasi elektoral yang berlangsung dua pemilu terakhir.
Selama dua periode Pemilu, PKB Cilegon hanya mampu mempertahankan satu kursi DPRD. Situasi ini dinilai menjadi alarm serius bagi DPP PKB untuk melakukan reposisi kekuatan politik di daerah industri tersebut.
Ketua Bidang Hukum, Perundang-undangan dan Hankam DPP PKB, Ahmad Fauzi, secara terbuka mengirim pesan perubahan arah partai. “PKB harus go public. Tidak boleh eksklusif. Kita harus masuk sampai RT, RW bahkan TPS,” tegas Fauzi saat membuka Muscab di Hotel Sari Kuring Indah, Minggu (12/4/2026).
Pernyataan tersebut dibaca sebagai sinyal kuat bahwa PKB tengah meninggalkan pola politik kader tertutup menuju model partai terbuka berbasis elektoral.
Masuknya Isro Mi’raj: Manuver Politik atau Strategi Elektoral?
Sorotan utama Muscab tertuju pada munculnya nama Isro Mi’raj, mantan Ketua DPRD Kota Cilegon periode 2019–2024 yang sebelumnya dikenal sebagai figur senior Partai Golkar.
Masuknya Isro ke bursa Ketua DPC PKB dinilai bukan sekadar dinamika internal, melainkan langkah strategis PKB untuk mengimpor pengalaman, jaringan politik, dan basis pemilih yang telah terbentuk.
Kehadiran figur eksternal seperti Isro memperlihatkan perubahan pendekatan PKB dari partai ideologis berbasis tradisional menuju partai pragmatis berbasis kemenangan pemilu.
Pertarungan Internal vs Figur Eksternal
Selain Isro Mi’raj, dua kader internal juga masuk dalam bursa ketua yakni Ari Muhammad, anggota DPRD aktif sekaligus Bendahara DPC, serta Deden Rusmanto dari struktur internal partai.
Pertarungan ini menjadi ujian apakah PKB Cilegon memilih jalur konsolidasi kader atau strategi ekspansi elektoral. Ari Muhammad sendiri menekankan pentingnya soliditas partai, menegaskan bahwa siapapun yang terpilih harus mampu membawa program PKB hingga lapisan masyarakat paling bawah.
Target Ambisius: Lonjakan 5–6 Kursi
DPP PKB tidak menyembunyikan targetnya. Kepemimpinan baru diharapkan mampu mendongkrak perolehan kursi dari satu menjadi minimal lima hingga enam kursi DPRD pada Pemilu mendatang.
Target tersebut menunjukkan bahwa Muscab kali ini bukan sekadar regenerasi, melainkan operasi penyelamatan politik. Isro Mi’raj dalam tanggapannya mencoba memainkan narasi historis dengan mengingatkan bahwa PKB pernah memimpin DPRD saat awal berdirinya Kota Cilegon tahun 1999.
“Sejarah itu bisa terulang kembali jika semua pihak solid,” ujarnya.
PKB Sedang Mengubah DNA Politiknya
Muscab PKB Cilegon memperlihatkan satu fakta penting bahwasanya, partai berbasis Nahdliyin ini tengah mengubah DNA politiknya di tingkat lokal.
Jika sebelumnya PKB bertumpu pada loyalitas struktural, kini arah baru tampak mengarah pada koalisi figur, jaringan sosial, dan ekspansi pemilih nontradisional.
Keputusan DPP PKB nantinya bukan hanya menentukan ketua DPC, tetapi juga menjawab satu pertanyaan besar. Apakah PKB Cilegon akan tetap menjadi partai pelengkap, atau benar-benar kembali menjadi pemain utama politik lokal. (Red)

Tinggalkan Balasan