KNPI Cilegon Apresiasi Kinerja Fiskal 2025 Pemkot, Dorong DPRD Segera Rampungkan Pansus LKPJ
CILEGONSATU.ID — Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Cilegon memberikan apresiasi terhadap kinerja fiskal Pemerintah Kota Cilegon tahun anggaran 2025 yang dinilai menunjukkan perbaikan signifikan, terutama keberhasilan keluar dari kondisi defisit anggaran.
Sekretaris Jenderal DPD KNPI Kota Cilegon, Apriyono, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi indikator penting keberhasilan pengelolaan keuangan daerah di bawah kepemimpinan Wali Kota Cilegon Robinsar bersama Wakil Wali Kota Fajar H. Prabowo.
Menurut Apriyono, laporan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 memperlihatkan kondisi fiskal Kota Cilegon yang semakin sehat setelah beberapa tahun sebelumnya menghadapi tekanan defisit anggaran.
“Kami memberikan apresiasi tinggi atas kinerja fiskal Pemkot Cilegon tahun 2025. Setelah periode 2021–2024 pemerintah daerah menanggung defisit sekitar Rp100 miliar, kini defisit berhasil dihapus,” ujar Apriyono dalam pernyataan resminya, Selasa (14/4/2026).
PAD Melampaui Target, Anggaran Ditutup Tanpa Defisit
KNPI menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari disiplin pengelolaan anggaran dan sinergi seluruh unsur pemerintahan. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 tercatat mencapai Rp933 miliar atau melampaui target yang telah ditetapkan.
Selain itu, tahun anggaran 2025 juga ditutup dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp71 miliar, yang menunjukkan adanya efisiensi serta kehati-hatian dalam belanja daerah.
Apriyono menegaskan, capaian tersebut mencerminkan keberhasilan kolaborasi antara kepemimpinan baru dengan tata kelola anggaran yang lebih terukur dan akuntabel.
Sinergi Kepemimpinan Lama dan Baru
DPD KNPI Cilegon juga menyoroti pentingnya kesinambungan pemerintahan dalam pengelolaan APBD. Apriyono mengingatkan bahwa APBD 2025 sebenarnya telah disusun dan disahkan pada masa pemerintahan wali kota sebelumnya.
Meski demikian, kepemimpinan Robinsar–Fajar dinilai mampu melakukan penyesuaian program secara efektif tanpa menimbulkan tekanan fiskal baru.
“Transisi kepemimpinan berjalan baik. Meski APBD telah diketok palu oleh pemerintahan sebelumnya, kepemimpinan baru mampu menata ulang program secara efisien hingga Cilegon keluar dari zona defisit,” katanya.
Menurutnya, sinergi lintas kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pembangunan daerah.
KNPI Dorong DPRD Rampungkan Pansus LKPJ 2025
Dalam kesempatan tersebut, KNPI Cilegon juga mendorong DPRD Kota Cilegon segera menyelesaikan pembahasan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ 2025.
Apriyono menilai keberadaan Pansus merupakan mekanisme konstitusional untuk memastikan evaluasi kinerja pemerintah berjalan objektif dan menghasilkan rekomendasi strategis bagi pembangunan kota.
“Kami mendukung penuh DPRD agar segera menuntaskan pembahasan Pansus LKPJ. Rekomendasi DPRD sangat dibutuhkan agar pemerintah daerah dapat lebih fokus menjalankan program prioritas pembangunan,” ujarnya.
Politik Harus Berorientasi Kepentingan Rakyat
Sebagai representasi pemuda, KNPI mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar proses politik dan legislasi tidak terjebak pada kepentingan kelompok maupun konflik non-strategis.
Apriyono menegaskan bahwa keterlambatan proses evaluasi anggaran berpotensi menghambat program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kepentingan pribadi atau kelompok tidak boleh menghambat kepentingan rakyat. Semua pihak harus bekerja dalam semangat persatuan, akuntabilitas, dan tanggung jawab pembangunan,” tegasnya.
Ia berharap stabilitas politik dan sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah dapat terus terjaga sehingga pemerintahan Robinsar–Fajar mampu menjalankan agenda pembangunan secara optimal demi kemajuan Kota Cilegon. (Red)

Tinggalkan Balasan