CILEGONSATU.ID – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Banten, bekerjasama dengan PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) atau ABM, membagikan paket sembako kepada 5.900 penerima manfaat yang tersebar di delapan Kabupaten/Kota.
Bantuan itu diberikan secara gratis yang menyasar penerima dari golongan desil 1 dan 2.
Sekretaris Perusahaan PT ABM Irfan Nur Maruf mengatakan, sasaran penerima bantuan itu masyarakat kurang mampu, dimana basis datanya diberikan oleh Dinas Ketapang yang disinkronkan dengan data di Kelurahan dan Kecamatan yang rentan pangan.
“Paket sembako yang diterima oleh masyarakat meliputi 1 ekor ayam dan 10 kg beras,” katanya, Rabu (4/2/2026).
Dalam proses penyalurannya, kata Irfan, Dinas Ketapang bersinergi dengan PT ABM, Bulog dan PT POS. Para penerima bantuan datang ke lokasi penyaluran dengan membawa surat undangan elektronik yang telah disebar sebelumnya dari aplikasi Pos Giro Cash (PGC).
“Untuk bantuan beras penyalurnya PT POS, sedangkan daging ayam dari PT ABM,” ujarnya.
Proses penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap selama satu minggu ini di seluruh Kabupaten/Kota. Jikapun masih membutuhkan waktu tambahan, akan disesuaikan.
“Kita menargetkan minggu ini bisa selesai, sehingga penerima bantuan bisa memanfaatkannya lebih cepat,” imbuhnya.
Kegiatan itu, kata Irfan, merupakan arahan dari Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah yang menginstruksikan agar ABM bisa hadir dan berperan aktif membantu masyarakat.
“Apalagi di bulan Ramadan ini, kebutuhan bahan pokok cukup tinggi harganya dan juga ada beberapa yang mengalami kenaikan. Sehingga diharapkan dengan adanya penyaluran ini masyarakat bisa terbantu, terutama yang kurang mampu,” jelasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) M Nasir menambahkan, bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) ini diturunkan sebagai bentuk intervensi Pemerintah Provinsi Banten dalam menurunkan tingkat rentan dan rawan pangan di wilayah-wilayah Provinsi Banten.
“Daerah dikatakan rawan atau tidak berdasarkan kajian Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan di wilayah-wilayah se-Provinsi Banten, secara berjenjang dari pusat, provinsi maupun daerah,” tuturnya.
Kemudian pembagian bantuan CPP ini adalah dalam upaya mengendalikan inflasi Provinsi Banten sesuai rilis BPS bulan Februari 2026, angka inflasi berada pada 0,93 persen dan menempati posisi keempat tertinggi. Salah satu komoditas yang memberi andil inflasi adalah daging ayam ras.
“Upaya Pemerintah Provinsi Banten dengan menurunkan bantuan ayam frozen dan beras masing-masing 1 kg daging ayam dan 10 kg beras sangat tepat, sehingga masyarakat kategori miskin atau rentan pangan dapat meringankan beban dan menjalankan ibadah puasa dengan tenang,” imbuhnya. (Red)

Tinggalkan Balasan