CILEGONSATU.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon bergerak cepat membantu petani setelah ratusan hektare lahan persawahan di wilayahnya terendam banjir akibat hujan lebat yang terjadi beberapa hari terakhir. Total lahan pertanian yang terdampak tercatat mencapai 128 hektare dan tersebar di sejumlah kecamatan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon, M. Ridwan, menjelaskan bahwa banjir merendam lahan persawahan di Kecamatan Cibeber, Jombang, dan Citangkil.

“Di Kecamatan Cibeber, banjir merendam lahan di Kelurahan Kedaleman seluas 35 hektare dan Kelurahan Cibeber 12 hektare. Di Kecamatan Jombang, lahan terdampak berada di Kelurahan Sukmajaya sekitar 30 hektare dan Kelurahan Panggung Rawi sekitar 40 hektare. Sementara di Kecamatan Citangkil, genangan terjadi di Kelurahan Taman Baru seluas 8 hektare dan Kelurahan Lebak Denok sekitar 3 hektare,” ujar Ridwan, Rabu (7/1/2026).

Ridwan menambahkan, Kelurahan Panggung Rawi, Kedaleman, dan Sukmajaya menjadi wilayah dengan tingkat genangan paling parah. Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya masa tanam petani, bahkan berpotensi menyebabkan gagal panen.

Menurutnya, banjir dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi selama beberapa hari berturut-turut, sehingga menyebabkan sungai meluap dan aliran air tersumbat di sejumlah titik.

“Intensitas hujan yang tinggi membuat debit air sungai meningkat dan saluran air tidak mampu menampung aliran, sehingga merendam persawahan cukup lama,” jelasnya.

Sebagai bentuk respons cepat, Pemkot Cilegon melalui DKPP telah menyiapkan Cadangan Benih Daerah (CBD) untuk membantu petani yang terdampak. Bantuan tersebut akan disalurkan setelah dilakukan pendataan dan penyesuaian kebutuhan di lapangan.

“Kami akan melihat terlebih dahulu kebutuhan riil petani. Setelah data lengkap, bantuan benih siap kami salurkan. Jika kebutuhan benih melebihi stok yang tersedia, kami akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” tegas Ridwan.

Ia menegaskan, langkah ini merupakan komitmen Pemkot Cilegon untuk menjaga keberlangsungan produksi pangan dan memastikan petani dapat segera kembali menanam pascabanjir. (Red)