PGRI Kota Cilegon dan Forum Komunikasi Guru PPPK Bangun Rekonsiliasi, Perkuat Sinergi Perjuangan Bersama
CILEGONSATU.ID – Menanggapi dinamika yang berkembang terkait perjuangan guru PPPK menjelang agenda Rakornas Bandung 2026, Wakil Ketua 1 PGRI Kota Cilegon, Maftuh menyampaikan bahwa perbedaan pandangan yang sempat muncul telah disikapi secara dewasa melalui ruang dialog dan komunikasi yang konstruktif.
Pihaknya menegaskan bahwa PGRI dan Forum Komunikasi Guru PPPK (FPPPK) Kota Cilegon telah melakukan pertemuan bersama pada Selasa (30/6/2026), untuk membangun kesepahaman, meluruskan berbagai persepsi yang berkembang, sekaligus memperkuat komitmen perjuangan secara kolektif.
“Alhamdulillah, kami sudah duduk bersama. Berbagai hal yang sempat menjadi dinamika telah kami komunikasikan dengan baik. Pada prinsipnya, tidak ada persoalan mendasar yang tidak bisa diselesaikan melalui musyawarah,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Ketua LKBH PGRI Kota Cilegon, Ahmad Rafiudin.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun rekonsiliasi sekaligus mempererat kembali hubungan antarelemen guru di Kota Cilegon. Ia menekankan bahwa seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kesejahteraan guru, kepastian karier, perlindungan profesi, dan peningkatan kualitas pendidikan.
“Baik PGRI maupun FPPPK memiliki semangat perjuangan yang sama. Bisa jadi cara pandang atau pendekatan berbeda, tetapi tujuan akhirnya tetap satu, yaitu memperjuangkan hak-hak guru,” katanya.
PGRI Kota Cilegon juga menyampaikan apresiasi terhadap sikap terbuka semua pihak yang memilih jalur komunikasi dibanding memperpanjang kesalahpahaman di ruang publik.
“Perbedaan adalah hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menjaga persaudaraan, saling menghormati, dan tetap berjalan bersama untuk kepentingan yang lebih besar,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua FPPPK Kota Cilegon, Rouf, turut menegaskan bahwa FPPPK tidak pernah memiliki niat untuk menciptakan jarak ataupun pertentangan dengan PGRI. Menurutnya, dinamika yang terjadi merupakan bagian dari proses penyampaian aspirasi yang dilandasi semangat perjuangan untuk kesejahteraan guru PPPK.
“Kami memandang PGRI sebagai mitra strategis dalam perjuangan guru. Jika dalam perjalanan muncul perbedaan pandangan, hal tersebut semata-mata bagian dari dinamika organisasi, bukan untuk memecah persatuan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hasil pertemuan dengan PGRI menghasilkan kesepahaman baru bahwa seluruh elemen guru harus saling menguatkan, terutama dalam mengawal isu-isu strategis yang menyangkut masa depan guru PPPK di tingkat nasional.
“Setelah komunikasi yang baik, kami sepakat bahwa perjuangan ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Sinergi dan kolaborasi adalah kunci agar aspirasi guru semakin kuat dan didengar oleh para pengambil kebijakan,” katanya.
Sebagai hasil dari pertemuan tersebut, PGRI Kota Cilegon dan FPPPK Kota Cilegon sepakat untuk terus membangun komunikasi yang intens, menjaga soliditas, serta memperkuat sinergi dalam mengawal berbagai aspirasi guru di tingkat daerah maupun nasional.
Dengan terbangunnya rekonsiliasi ini, diharapkan seluruh guru di Kota Cilegon dapat tetap fokus pada substansi perjuangan dan bersama-sama mengawal lahirnya kebijakan yang lebih adil, inklusif, dan berpihak pada masa depan pendidikan.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Eti Kurniawati Bidang Pemberdayaan Perempuan, Edi Roseno Sekjen PGRI. Hadir juga pengurus Forum Komunikasi Guru PPPK, Wakil Ketua FPPPK Kota Cilegon, Imam, Sekertaris FPPPK Kota Cilegon, Edy Febriadi, dan pengurus Kordinator Kecamatan. (Red)

Tinggalkan Balasan