CILEGONSATU.ID – Kabar membanggakan datang dari dunia seni tradisi Banten. Aktor teater, Aman Tajudin, meraih penghargaan Aktor Terbaik pada ajang Festival Film Banten (FFB) 2025 melalui film Ubrug, sebuah karya yang memotret perjalanan seni tradisi itu dari ruang-ruang luka sosial menuju panggung budaya yang lebih bermartabat.

Film Ubrug sebelumnya banyak dibicarakan publik setelah mengangkat realitas pelaku seni akar rumput, sebagaimana diberitakan Cilegonsatu.id dalam laporan “Ubrug: Dari Panggung ke Layar, Dari Luka ke Budaya.”

Melalui film ini, Ubrug tidak hanya tampil sebagai hiburan kampung, melainkan sebagai cermin pergulatan kehidupan seniman tradisi di Banten.

Dalam film tersebut, Aman berhasil menampilkan karakter yang kuat, emosional, dan autentik. Memadukan gaya spontan khas panggung Ubrug dengan kedalaman ekspresi sinematik. Penampilannya dinilai dewan juri sebagai salah satu pencapaian akting paling berkesan tahun ini.

Menerima penghargaan di panggung festival, Aman menyampaikan pesan menyentuh.

“Terima kasih untuk penghargaan ini. Semoga film Ubrug menjadi pengingat bahwa banyak pelaku seni tradisi yang masih berjuang untuk hidupnya. Kita harus menengok kembali akar budaya kita dan memastikan mereka tidak ditinggalkan,” ujar Aman, Minggu 23 November 2025.

Sutradara Ubrug, Hijrah Khoiron, mengatakan bahwa kemenangan Aman adalah kemenangan bagi seluruh komunitas Ubrug yang selama ini menjaga tradisi di tengah berbagai keterbatasan.

“Aman adalah representasi keteguhan pelaku seni kampung kita. Film ini lahir dari keringat mereka. Penghargaan ini milik bersama,” ujarnya.

Ubrug sendiri, sebagaimana kerap ditulis dalam berbagai laporan kebudayaan, telah melewati perjalanan panjang. Dari panggung tanah dengan penerangan petromak, menuju pentas-pentas kota, lalu menembus layar film.

Transformasi itu bukan hanya perubahan medium, tetapi penegasan bahwa budaya rakyat Banten memiliki daya hidup yang kuat dan relevan.

Penghargaan untuk Aman Tajudin dipandang banyak pihak sebagai momentum kebangkitan Ubrug untuk mendorong regenerasi, membangkitkan minat penonton muda, sekaligus membuka mata pemerintah agar seni tradisi tidak dibiarkan berjalan sendiri.

Festival Film Banten 2025 pun menutup malam penghargaan dengan tepuk tangan panjang untuk Aman dan seluruh kru Ubrug. Sebuah penanda bahwa seni rakyat Banten kini berdiri gagah di panggung yang lebih luas. (Red)