CILEGONSATU.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon segera melakukan langkah penanganan pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu. Penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan dari hulu hingga ke hilir, terutama di wilayah Kecamatan Ciwandan, Jombang, dan Cibeber.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade, menjelaskan bahwa Pemkot saat ini memprioritaskan langkah antisipasi jangka pendek dan jangka panjang guna menghadapi potensi banjir susulan akibat curah hujan tinggi.
Untuk penanganan di wilayah hilir, Pemkot Cilegon telah melakukan koordinasi dengan pihak industri serta Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN). Koordinasi tersebut bertujuan untuk mengatasi persoalan drainase dan saluran air yang kerap menjadi penyebab genangan, khususnya di sepanjang jalur Jalan Nasional.
“Kami telah melakukan rapat dengan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (INAPLAS) yang diketuai oleh Chandra Asri. Ada beberapa pekerjaan rumah yang harus segera ditindaklanjuti, salah satunya terkait drainase atau saluran air yang dikelola oleh BPJN,” ujar Aziz, Selasa 6 Januari 2026.
Ia menambahkan, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkot Cilegon telah berkoordinasi langsung dengan BPJN. Bahkan, mulai hari ini BPJN sudah melakukan aksi nyata di lapangan.
“Termasuk dengan perusahaan-perusahaan, karena terdapat beberapa saluran air dari Jalan Nasional yang melewati kawasan industri sebelum dialirkan ke laut. Ini menjadi fokus penanganan bersama,” ucapnya.
Sementara itu, untuk penanganan di wilayah hulu, Pemkot Cilegon berencana menggulirkan gerakan penghijauan di lokasi-lokasi bekas dan aktif pertambangan, khususnya di Kecamatan Cibeber dan wilayah Cilegon lainnya. Langkah ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif dalam mengurangi risiko banjir ke depan.
Gerakan penghijauan tersebut juga akan melibatkan dan didukung oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Cilegon. Bahkan, Wali Kota Cilegon berencana menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk berpartisipasi dalam program penanaman pohon.
“Rencananya Pak Wali akan menginstruksikan satu pegawai satu pohon untuk ditanam di wilayah bekas tambang. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menginventarisir lokasi, menentukan jenis pohon, serta jumlah yang dibutuhkan. Selanjutnya, akan disinergikan dengan perusahaan,” jelas Aziz.
Gerakan penanaman pohon tersebut nantinya akan dilaksanakan secara bersama-sama dengan melibatkan Forkopimda, perusahaan, serta masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga lingkungan dan mencegah bencana banjir di Kota Cilegon. (Red)

Tinggalkan Balasan