CILEGONSATU.ID – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Cilegon menjadi ujian nyata bagi kepemimpinan dan solidaritas sosial. Kawan Robinsar (KAISAR) menyampaikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Kota Cilegon serta seluruh elemen yang terlibat dalam penanganan masyarakat terdampak banjir.

KAISAR menilai Pemerintah Kota Cilegon menunjukkan kehadiran negara di saat krisis. Wali Kota Cilegon, Robinsar, bahkan terlihat standby selama 3×24 jam untuk memastikan penanganan darurat, distribusi bantuan, hingga koordinasi lintas sektor berjalan optimal.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, tetap bergerak aktif di lapangan meski tanpa sorotan media. KAISAR menegaskan bahwa isu yang sempat beredar mengenai ketidakhadiran Wakil Wali Kota, termasuk fitnah yang menyebut berada di luar negeri, tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Tidak semua kerja harus ditampilkan. Wakil Wali Kota bekerja dalam diam, memastikan bantuan, evakuasi, dan pendampingan warga berjalan. Isu yang beredar terbukti keliru,” ujar Rony Denero, Ketua KAISAR, Senin, 5 Januari 2025.

Selain pimpinan daerah, KAISAR juga memberikan apresiasi penuh kepada para relawan yang bertugas tanpa mengenal waktu, mulai dari relawan dapur umum, tim evakuasi, hingga relawan yang melakukan pembersihan wilayah pascabanjir.

Apresiasi serupa disampaikan kepada dunia industri dan masyarakat Kota Cilegon yang turut bergerak memberikan dukungan, baik melalui logistik, donasi, maupun doa. Sinergi ini dinilai menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana.

Namun demikian, KAISAR juga menyoroti pentingnya penanganan akar persoalan banjir.

Selain faktor curah hujan tinggi, KAISAR menilai terdapat faktor lain yang perlu mendapat perhatian serius, salah satunya keberadaan tambang galian pasir dan batu yang dinilai meresahkan dan berpotensi memperparah kondisi lingkungan serta sistem aliran air.

KAISAR mendorong pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan penertiban terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, agar penanganan banjir tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berorientasi pada pencegahan jangka panjang.

KAISAR menegaskan bahwa banjir bukan hanya ujian infrastruktur, melainkan juga ujian kepedulian, keberanian mengambil keputusan, dan komitmen bersama menjaga lingkungan.

“Kepedulian menyatukan kita dalam bingkai juara,” tutup KAISAR. (Red)