CILEGONSATU.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon lewat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus menggeber operasi pasar untuk menekan angka inflasi. Saat ini, inflasi di Kota Cilegon tercatat di angka 2,75 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 104,66.
Kepala Disperindag Kota Cilegon, Andriyanti, mengatakan operasi pasar jadi senjata utama Pemkot untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.
“Ini dalam rangka menekan inflasi di Kota Cilegon,” kata Andri, Jumat (22/8/2025).
Menurut Andri, operasi pasar tidak memiliki jadwal tetap. Pihaknya akan bergerak sesuai kebutuhan di wilayah yang mengalami kenaikan harga.
“Kita operasi pasar tidak memiliki jadwal tetap, namun melihat wilayah yang membutuhkan,” tuturnya.
Digelar Rutin Setiap Pekan
Pekan ini, operasi pasar digelar di Kecamatan Purwakarta dan Cibeber. Sementara pekan depan, agenda serupa akan berlangsung di Pasar Blok F dan Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang.
Andri menambahkan, operasi pasar juga dimanfaatkan untuk menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog. Namun, penyerapan beras SPHP masih rendah karena harga beras di pasaran relatif stabil.
“Saat ini serapan beras SPHP sangat rendah, jadi operasi pasar akan terus digalakkan,” jelasnya.
Minyak Goreng Jadi Buruan Warga
Dalam setiap operasi pasar, Disperindag menghadirkan berbagai kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, cabai, bawang, hingga tomat. Dari pantauan, minyak goreng menjadi komoditas paling diburu masyarakat.
“Antusias masyarakat itu lebih kenceng kepada minyak goreng, mungkin harga beras tidak terlalu melonjak seperti tahun lalu,” ujar Andri.
Inflasi di Cilegon sendiri didorong tingginya harga cabai dalam beberapa bulan terakhir. Karena itu, Disperindag juga rutin menggandeng Bank Indonesia (BI) dan koperasi setempat untuk menambah pasokan.
Stok Barang Aman
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Cilegon, Fitriadi Achmad, memastikan stok barang dalam operasi pasar tetap aman. Sebelum digelar, pihaknya juga menginformasikan kepada masyarakat lewat sosialisasi.
“Dipastikan stok barang tidak akan kekurangan di Kota Cilegon. Kita juga bekerja sama dengan beberapa suplier dari pemerintah pusat,” ucap Fitriadi. (red)

Tinggalkan Balasan