CILEGONSATU.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon resmi meluncurkan Program Beasiswa Cilegon Juare sebagai realisasi janji kampanye Wali Kota Cilegon Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan bahwa beasiswa ini menjadi salah satu terobosan penting dalam upaya mempersiapkan generasi muda Cilegon agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Beasiswa Cilegon Juare bukan hanya bantuan finansial, melainkan program terintegrasi yang menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Bahkan, kami fasilitasi penerimanya hingga ke dunia kerja,” ujar Robinsar.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari visi besar untuk mewujudkan Cilegon yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Baik yang berprestasi maupun yang berasal dari keluarga kurang mampu, semuanya berhak mendapatkan kesempatan emas untuk menempuh pendidikan tinggi di universitas favorit,” tambahnya.
Landasan Hukum dan Tujuan Strategis
Kabag Kesra Pemkot Cilegon, Rahmatullah, menjelaskan bahwa program ini memiliki dasar hukum yang jelas, yakni Peraturan Wali Kota Cilegon Nomor 20 Tahun 2025 serta surat pengumuman bernomor 1466/2025.
“Beasiswa ini dirancang untuk menjawab isu strategis daerah, terutama pengangguran dan kemiskinan, dengan cara fundamental, yaitu melalui pendidikan,” kata Rahmatullah.
Ia menambahkan, program ini mengedepankan kolaborasi strategis antara Pemkot Cilegon, puluhan perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri, serta dunia usaha dan industri. Tujuannya, memastikan para lulusan tidak hanya bergelar sarjana, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Jumlah Penerima dan Sebaran Kampus
Sejak dibuka, tercatat 1.157 pendaftar mengajukan permohonan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 511 orang dinyatakan lolos seleksi, terdiri dari 307 penerima beasiswa prestasi (60,08%) dan 204 penerima dari keluarga tidak mampu (39,92%).
Para penerima beasiswa tersebar di 22 perguruan tinggi mitra. Rinciannya, 10 perguruan tinggi nasional ternama, 4 perguruan tinggi kementerian/lembaga, 2 perguruan tinggi negeri lokal, serta 6 perguruan tinggi swasta di Kota Cilegon.
Beberapa kampus yang menerima mahasiswa asal Cilegon antara lain:
Universitas Indonesia (8 orang)
Universitas Gadjah Mada (5 orang)
Institut Teknologi Bandung (8 orang)
Universitas Brawijaya (6 orang)
Universitas Diponegoro (24 orang)
Universitas Airlangga (3 orang)
Universitas Padjadjaran (6 orang)
IPB University (15 orang)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (5 orang)
Universitas Pendidikan Indonesia (37 orang)
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (161 orang)
UIN SMH Banten (35 orang)
Politeknik Krakatau (32 orang)
Universitas Al-Khairiyah (77 orang)
Politeknik Kesehatan Kemenkes Banten (22 orang)
serta sejumlah perguruan tinggi swasta dan sekolah tinggi di wilayah Cilegon.
Rahmatullah menegaskan, tujuan utama beasiswa ini adalah memastikan adanya keselarasan (link and match) antara lulusan dengan potensi besar industri dan pelabuhan yang dimiliki Kota Cilegon.
“Dengan begitu, risiko pengangguran dapat ditekan, sementara daya saing daerah terus meningkat,” ujarnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan