Dewan Kebudayaan Kota Cilegon Tekankan Sinergi Ekosistem Budaya dalam Pembangunan Daerah
CILEGONSATU.ID – Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni, menegaskan bahwa pembangunan kebudayaan memiliki makna strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat identitas dan karakter Kota Cilegon di tengah dinamika pembangunan modern.
Menurutnya, kemajuan kebudayaan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, seniman, budayawan, serta masyarakat sebagai pelaku utama kebudayaan.
“Sinergi antara pemerintah, seniman, budayawan, dan masyarakat menjadi kekuatan utama agar ekosistem kebudayaan Cilegon terus tumbuh secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menilai penguatan ekosistem budaya menjadi fondasi penting agar pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan industri, tetapi juga pada keberlanjutan nilai-nilai sejarah, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat.
Dukungan terhadap perkembangan kebudayaan Kota Cilegon juga disampaikan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII, Swedhi Hananta, yang memberikan apresiasi terhadap capaian pembangunan kebudayaan daerah dari perspektif pemerintah pusat.
Menurutnya, perkembangan kebudayaan di Kota Cilegon menunjukkan dinamika yang positif dan tumbuh secara alami di tengah masyarakat.
“Kami merasa terpanggil untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Cilegon agar program pelestarian budaya semakin berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memastikan program pelestarian kebudayaan berjalan berkelanjutan serta mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, Kota Cilegon diharapkan terus berkembang sebagai kota industri modern yang tetap menjaga kekuatan identitas budaya, tradisi, dan nilai historis sebagai bagian dari arah pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Red)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan