CILEGONSATU.ID – Tokoh masyarakat Kota Cilegon sekaligus Wali Kota Cilegon periode 2010–2015, Tubagus Iman Ariyadi, menyampaikan apresiasi tinggi atas rencana peresmian Monumen Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Kota Cilegon. Ia menilai monumen tersebut sebagai tonggak penting dalam perjalanan sejarah pers lokal sekaligus simbol martabat dan idealisme jurnalistik.
Menurut Tubagus Iman Ariyadi, Monumen SMSI tidak sekadar menjadi penanda fisik, melainkan merepresentasikan perjalanan panjang pers Cilegon yang tumbuh dengan semangat pengabdian, nasionalisme, dan keberpihakan pada kepentingan publik.
“Saya kira gagasan ini punya perjalanan yang panjang. Sejarahnya sudah ditulis dan akan terus ditularkan kepada jurnalis-jurnalis muda,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Ia menegaskan dirinya menjadi saksi langsung sejak awal bagaimana Ketua SMSI Cilegon, Firdaus, membangun gagasan pers siber dengan mengakar pada kearifan lokal, namun tetap berpandangan nasional.
“Saya jadi saksi sejarah. Tidak ada yang saya tolak dari capaian ini. Ini membanggakan bagi Cilegon,” katanya.
Pers sebagai Penjaga Idealisme dan Penyeimbang Kekuasaan
Dalam refleksinya, Tubagus Iman Ariyadi menekankan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai penjaga idealisme dan penyeimbang kekuasaan dalam sistem demokrasi.
“Media itu idealisme. Ketika kekuasaan keliru, harus dikritik secara sehat. Media yang objektif menjadi penyeimbang antara kepentingan kekuasaan dan kebutuhan publik,” tegasnya.
Ia juga menyoroti tantangan dunia jurnalistik saat ini yang semakin kompleks, terutama di tengah maraknya hoaks dan berkembangnya fenomena “wartawan media sosial” melalui platform digital seperti TikTok dan Instagram.
“Di tengah derasnya informasi dan hoaks, pers profesional harus tetap berdiri sebagai pilar edukasi masyarakat,” tambahnya.
Cilegon dalam Lintasan Sejarah Pembangunan
Tubagus Iman turut mengenang perjalanan panjang pembangunan Kota Cilegon sejak masa awal berdiri, ketika fasilitas pemerintahan masih sangat terbatas. “Dulu kantor DPRD saja masih menempati rumah dinas. Tapi hari ini Cilegon sudah sejajar dengan daerah lain. Alun-alun ada, kantor pemerintahan megah, dan gedung DPRD berdiri kokoh,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan ruang terbuka publik seperti alun-alun Cilegon menjadi bagian dari sejarah penting pertumbuhan kota dan kematangan demokrasi lokal.
Monumen SMSI, Warisan untuk Generasi Jurnalis Muda
Tubagus Iman berharap Monumen SMSI Cilegon dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi muda, khususnya para jurnalis, untuk terus menjaga marwah pers yang profesional, objektif, dan berintegritas.
“Ini adalah bentuk penghormatan atas perjuangan pers di Cilegon. Semoga Monumen SMSI menjadi tonggak sejarah baru bagi pers dan demokrasi lokal,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan