CILEGONSATU.ID – Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan, menegaskan bahwa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil wajib bekerja lebih optimal dalam memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Permintaan tersebut disampaikan Rizki di sela-sela Musda VI Partai Golkar Kota Cilegon di Hotel Mangku Putera, Rabu (26/11/2025).

Rizki menjelaskan bahwa Transfer Keuangan Daerah (TKD) untuk Kota Cilegon pada tahun 2026 dipastikan mengalami pengurangan, yang berdampak signifikan terhadap ketatnya ruang fiskal daerah.

Karena itu, ia menilai penguatan PAD menjadi langkah paling realistis di bawah kepemimpinan Wali Kota Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar.

Menurut Rizki, sejumlah sumber pendapatan daerah masih memiliki potensi besar untuk ditingkatkan. Namun, ia juga menyoroti adanya kebocoran pendapatan di beberapa OPD yang harus segera ditangani.

“Yang paling penting, OPD penghasil benar-benar bisa menggenjot pendapatan. Memang ada kebocoran di situ, dan itu tolong dibenahi segera. Kami beri batas waktu sampai akhir tahun ini,” tegasnya.

Selain pendapatan, Rizki turut menekankan pentingnya rasionalisasi belanja pegawai. Ia mengingatkan bahwa tanpa pembenahan, pos belanja tersebut berpotensi menjadi “bom waktu” bagi kondisi fiskal daerah.

“Solusi yang paling memungkinkan adalah meningkatkan PAD. Kalau kita hanya bergantung pada dana transfer untuk belanja operasional pegawai, posisinya tidak akan berubah. Karena itu perlu kreativitas menggali PAD di tingkat daerah,” ujarnya.

Rizki juga berharap pemangkasan TKD tidak sampai mengganggu pelayanan dasar untuk masyarakat. Ia menegaskan bahwa belanja daerah harus disusun berdasarkan kebutuhan wajib (mandatory spending) sesuai amanat konstitusi.

“Yang paling penting, pos belanja daerah harus disesuaikan terlebih dahulu dengan mandatory spending. Setelah itu baru dirasionalisasi di masing-masing OPD,” pungkasnya. (*)