Pemkot Cilegon Perkuat Identitas Daerah Melalui Peluncuran Buku Toponomi dan Pembinaan Generasi Budaya
CILEGONSATU.ID – Pemerintah Kota Cilegon terus memperkuat pembangunan berbasis kebudayaan sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah melalui kegiatan peluncuran buku Toponimi Cilegon yang dirangkaikan dengan agenda pembinaan seni budaya serta penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas budaya, dan pemerintah pusat.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh budaya, akademisi, komunitas seni, serta perwakilan pemerintah pusat sebagai wujud sinergi dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah.
Ketua Yayasan Asiatul Jannah, Ahdi Zukhruf Amri, menyampaikan apresiasi atas perhatian Wali Kota Cilegon beserta para tamu undangan yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan identitas sejarah Kota Cilegon melalui penandatanganan buku Toponimi Cilegon.
Ia menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan hasil kajian kebudayaan yang dilakukan sejak tahun 2010 dengan menghimpun sejarah lokal, tradisi tutur masyarakat, serta rekam jejak tokoh-tokoh daerah.
“Buku Toponomi Cilegon merupakan hasil kajian panjang untuk merawat ingatan kolektif masyarakat. Melalui sejarah, sastra, dan tradisi tutur, kami ingin menghadirkan identitas Kota Cilegon yang hidup dari masyarakatnya sendiri,” ujar Ahdi Zukhruf Amri, Kamis (23/4/2026) di Alun-alun Kota Cilegon.
Buku tersebut memuat mozaik sejarah lokal, legenda masyarakat, jejak spiritual, hingga dinamika sosial yang membentuk identitas Kota Cilegon sebagai kota industri yang tetap berakar pada nilai budaya.
Sinergi Kebudayaan sebagai Strategi Pembangunan
Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni, menegaskan bahwa pembangunan kebudayaan memiliki makna strategis dalam pembangunan daerah.
“Sinergi antara pemerintah, seniman, budayawan, dan masyarakat menjadi kekuatan utama agar ekosistem kebudayaan Cilegon terus tumbuh secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Dukungan juga disampaikan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII, Swedhi Hananta, yang memberikan apresiasi terhadap perkembangan kebudayaan Kota Cilegon dari perspektif pemerintah pusat.
Menurutnya, perkembangan kebudayaan di Cilegon dinilai sangat baik dan menunjukkan ekosistem budaya yang telah berjalan secara alami di tengah masyarakat.
“Kami merasa terpanggil untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Cilegon agar program pelestarian budaya semakin berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Pembinaan Generasi Muda melalui Kesenian Tradisional
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai penerus kebudayaan daerah.
Melalui Balai Budaya Kota Cilegon, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan secara aktif menyelenggarakan berbagai pelatihan seni tradisional, termasuk pelatihan Kesenian Ubrug, sebagai upaya menanamkan kecintaan budaya sejak usia dini.
“Anak-anak merupakan generasi penerus sekaligus penjaga kebudayaan. Mereka perlu kita dukung, fasilitasi, dan apresiasi agar tradisi tetap hidup dan berkembang,” jelasnya.
Komitmen Pemkot Cilegon
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Cilegon dalam meningkatkan indeks pembangunan kebudayaan daerah serta memperkuat identitas lokal sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, komunitas budaya, dan masyarakat, Kota Cilegon diharapkan terus berkembang sebagai kota industri modern yang tetap berakar kuat pada nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal. (Red)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan