CILEGONSATU.ID – Sebanyak 1.452 orang berebut mendapatkan Beasiswa Cilegon Juare 2026. Dari jumlah tersebut, hanya 763 orang yang akan mendapatkan bantuan pendidikan dari Pemerintah Kota Cilegon.
Pemkot Cilegon menyiapkan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk program beasiswa yang menjadi salah satu program kepala daerah Robinsar-Fajar Hadi Prabowo tersebut.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon, Rahmatullah, mengatakan jumlah pendaftar jauh lebih banyak dibandingkan kuota yang tersedia.
“Kalau di anggaran kuotanya 763. Yang daftar 1.452. Pendaftaran tanggal 11 ditutup tanggal 20 September,” kata Rahmatullah.
Saat ini, Pemkot Cilegon tengah melakukan verifikasi dan validasi terhadap data seluruh calon penerima.
Proses tersebut dilakukan untuk memastikan calon penerima memenuhi persyaratan program. Verifikasi juga diperlukan karena jumlah pendaftar mencapai hampir dua kali lipat dari kuota yang disediakan.
Tim verifikasi dan validasi melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Bagian Kesra, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo), serta Dinas Sosial Kota Cilegon.
” Saat ini kita lakukan verifikasi, mungkin ada kekurangan atau yang belum terpenuhi sehingga diinformasikan kepada calon penerima beasiswa, kemudian nanti tanggal 1 verifikasi lapangan oleh tim,” ujar Rahmatullah.
Nominal Beasiswa hingga Rp 8 Juta
Besaran bantuan yang diterima mahasiswa melalui program Beasiswa Cilegon Juare berbeda-beda.
Nominalnya disesuaikan dengan perguruan tinggi tempat mahasiswa menempuh pendidikan serta besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Untuk mahasiswa perguruan tinggi swasta, bantuan diberikan sebesar Rp 4 juta.
Sementara mahasiswa perguruan tinggi negeri mendapatkan bantuan sekitar Rp 5 juta hingga Rp 6 juta.
Adapun mahasiswa yang berkuliah di luar Provinsi Banten bisa mendapatkan bantuan sekitar Rp 6 juta hingga Rp 8 juta untuk kebutuhan UKT.
“Besaran beasiswa sama dengan tahun 2025 di angka Rp 4 juta untuk swasta, kemudian untuk negeri Rp 5-6 juta, kalau di luar Provinsi Banten Rp 6-8 juta untuk UKT,” kata Rahmatullah.
Tiga Kelompok Jadi Prioritas
Rahmatullah menjelaskan, program Beasiswa Cilegon Juare memprioritaskan calon penerima dari tiga kelompok.
Ketiganya yakni mahasiswa berprestasi, mahasiswa dari keluarga tidak mampu, serta penerima kategori afirmasi.
Selain itu, Pemkot Cilegon juga memperhatikan kesesuaian jurusan yang diambil mahasiswa dengan kebutuhan dunia industri.
Hal tersebut dilakukan untuk mendorong terjadinya link and match antara pendidikan dengan kebutuhan industri di Kota Cilegon.
“Kalau jurusannya kita menginginkan karena ini adalah link and match, paling tidak aturan studinya mendekati dengan kebutuhan industri,” pungkasnya. (Red)
Tinggalkan Balasan