CILEGONSATU.ID – Musyawarah Besar (Mubes) V Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten Indonesia resmi menetapkan kepengurusan baru periode 2025–2030.

Dalam agenda yang berlangsung khidmat tersebut, Asep Sofwatullah terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bandrong menggantikan Syafrudin yang telah menuntaskan masa jabatannya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum terpilih menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan oleh para sesepuh dan anggota.

“Ini bukan kemenangan pribadi, tetapi amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kita akan menjaga Bandrong bukan hanya sebagai warisan bela diri, tetapi juga sebagai budaya luhur Banten yang sarat nilai spiritual dan persaudaraan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tiga prioritas utama kepengurusan 2025–2030, yakni konsolidasi organisasi, regenerasi kader muda, serta penguatan posisi Bandrong sebagai warisan budaya Banten yang diakui secara nasional.

“Anak-anak muda harus kita libatkan lebih banyak, karena merekalah pewaris sejati Bandrong. Kita juga akan memperkuat jejaring antarperguruan, serta menjadikan Bandrong sebagai simbol kearifan lokal yang mendidik generasi bangsa,” tambahnya.

Pihaknya juga berkomitmen untuk menjaga persatuan. Mengingat kondisi saat ini, memang kehilangan jati diri seorang pemimpin yang dapat mempersatukan masyarakat.

“Kami menginginkan Bandrong sejalan dan seiring dengan program pemerintah baik Pusat, Provinsi, juga Kota Kabupaten. Kepada generasi muda khususnya yang ada di Bandrong, selaku jawara atau pendekar itu biasanya keras, yang diangkat hanya golok. Tapi pada hari ini kita juga harus krratif bukan hanya memutar golok. Harus kreatif meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya ketahanan pangan. Bangsa kita bangsa yang besar, jangan sampai mati di lumbung padi,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Mubes V DPP Bandrong H Joni memberikan doa restu sekaligus pesan moral agar kepengurusan baru tetap memegang teguh nilai adab dan religius.

“Silat Bandrong adalah jalan adab, bukan sekadar jurus. Pemimpin boleh berganti, tapi adab dan nilai luhur harus tetap tegak. InsyaAllah dengan niat baik, kepengurusan baru akan membawa Bandrong semakin berkah,” tuturnya. (Red)