Cilegon Expo 2026 Dorong Transformasi Kota Industri Menuju Ekonomi Berkelanjutan

CILEGONSATU.ID – Pemerintah Kota Cilegon kembali menyelenggarakan Cilegon Expo 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat transformasi kota industri menuju ekosistem ekonomi modern yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini akan berlangsung pada 23–27 April 2026 di Alun-Alun Kota Cilegon.

Cilegon Expo 2026 tidak hanya menjadi agenda pameran tahunan, tetapi juga diposisikan sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, sektor industri, pelaku usaha, UMKM, komunitas kreatif, serta masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi yang saling terhubung.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan bahwa pembangunan kota industri masa depan harus mampu menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Cilegon tidak hanya ingin dikenal sebagai kota industri, tetapi sebagai kota yang mampu mengintegrasikan kekuatan industri dengan ekonomi rakyat. Cilegon Expo 2026 menjadi ruang kolaborasi agar investasi, UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat tumbuh bersama dalam ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Robinsar, Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Cilegon terus mendorong peningkatan daya saing daerah melalui penguatan konektivitas antara industri besar dan pelaku usaha lokal.

“Ketika industri berkembang, maka UMKM harus ikut naik kelas, lapangan kerja terbuka, dan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. Inilah arah pembangunan Cilegon ke depan,” tambahnya.

Cilegon Expo 2026 akan diikuti sekitar 200 peserta pameran dari perusahaan nasional dan internasional, BUMN/BUMD, sektor perbankan, instansi pemerintah, hingga pelaku ekonomi kreatif. Penyelenggara menargetkan kunjungan lebih dari 50.000 pengunjung dengan potensi transaksi ekonomi mencapai Rp10 miliar.

Berbagai program strategis turut dihadirkan, mulai dari forum edukasi bisnis dan literasi digital, pelayanan publik terpadu, Cilegon Indie Fest dan Budaya sebagai ruang ekspresi ekonomi kreatif, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga malam apresiasi publik yang menghadirkan musisi nasional.

Pimpinan Dwi Cipta Perdana Event Organizer sekaligus Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) Provinsi Banten, Deden Sunandar, menegaskan bahwa Cilegon Expo 2026 bukan sekadar penyelenggaraan pameran biasa, melainkan sebuah gerakan strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus pembinaan generasi muda di bidang industri event kreatif.

Menurutnya, Cilegon selama ini dikenal sebagai kota industri yang relatif minim destinasi wisata. Karena itu, penyelenggaraan Cilegon Expo menjadi sebuah inisiasi penting untuk membangun identitas baru Kota Cilegon sebagai kota event yang hidup, dinamis, dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Cilegon Expo diharapkan tidak hanya menjadi satu event tahunan yang dinantikan masyarakat, tetapi juga mampu melahirkan dan menginspirasi berbagai event baru. Target besarnya adalah menjadikan Cilegon sebagai kota event yang mampu menciptakan perputaran ekonomi, peluang kerja, dan ruang kreativitas bagi generasi muda,” ujar Deden.

Ia menjelaskan, konsep pembinaan menjadi kekuatan utama dalam penyelenggaraan tahun ini. Tim pelaksana tidak hanya diisi oleh tenaga profesional berpengalaman, tetapi juga melibatkan volunteer yang direkrut secara terbuka untuk belajar langsung melalui program Eventpreneur Academy.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Yayasan Mengetuk Pintu Langit, dengan proses inkubasi praktik lapangan yang berlangsung langsung di dalam penyelenggaraan Cilegon Expo 2026. Melalui skema ini, para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman nyata dalam mengelola event berskala besar.

Selain aspek ekonomi dan edukasi, Cilegon Expo juga membawa semangat sosial kemasyarakatan. Setiap event diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat, baik melalui pemberdayaan ekonomi lokal, ruang partisipasi publik, maupun kegiatan sosial yang menyertai penyelenggaraan acara.

“Event bukan hanya hiburan, tetapi alat pembangunan sosial. Satu event harus mampu memberi manfaat dan kontribusi langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)