CILEGONSATU.ID – Wali Kota Cilegon, Robinsar, menunjukkan respons cepat pemerintah daerah dengan terjun langsung ke sejumlah titik banjir di Kecamatan Ciwandan, Jumat (2 Januari 2026).

Sejak sekitar pukul 17.00 WIB, Wali Kota meninjau lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan optimal serta kondisi masyarakat tetap aman.

Dalam peninjauan tersebut, Robinsar didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Cilegon, Suhendi, bersama sejumlah pejabat terkait. Rombongan bergerak ke beberapa ruas jalan yang tergenang, khususnya di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, yang terdampak cukup signifikan.

Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Cilegon sejak sore hari, sehingga menyebabkan genangan air di sejumlah titik dan mengganggu arus lalu lintas serta aktivitas warga.

Kondisi ini diperparah oleh air laut yang sedang pasang, sehingga memperlambat aliran air menuju laut. Wali Kota Cilegon Robinsar menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lapangan secara intensif.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, hujan dengan intensitas cukup tinggi masih berpotensi berlangsung dalam beberapa jam ke depan.

“Curah hujan masih cukup tinggi, diperkirakan hingga tiga jam ke depan masih akan turun hujan. Namun, kami mendapatkan informasi bahwa air laut akan mulai surut dari sekitar pukul 19.00 WIB hingga dini hari, sehingga diharapkan genangan dapat berangsur surut,” ujar Robinsar.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tanggal 2 Januari 2026 merupakan periode puncak curah hujan di sejumlah wilayah Provinsi Banten, termasuk Kota Cilegon.

“Menurut prediksi BMKG, hari ini memang puncak curah hujan, ditambah kondisi air laut yang sedang pasang. Akibatnya, aliran air menuju laut tertahan dan berbalik, sehingga menyebabkan genangan di beberapa titik,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Robinsar mengimbau seluruh masyarakat Kota Cilegon, khususnya warga di wilayah Ciwandan dan sekitarnya, agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, terutama di wilayah rawan genangan,” tuturnya.

Sebagai bentuk upaya konkret pemerintah kota, Wali Kota menegaskan bahwa langkah-langkah penanganan darurat terus dilakukan. Salah satunya dengan membuat sodetan jalur air di kawasan JLS, serta berkoordinasi dengan pihak industri yang berada di sekitar jalur pembuangan air menuju laut.

“Apa yang bisa kita optimalkan, segera kita optimalkan. Kita koordinasi dengan pihak industri agar saluran air diperlebar dan diperdalam, sehingga volume air yang keluar bisa lebih cepat,” ucap Robinsar.

Selain penanganan teknis, pemerintah kota juga menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi warga apabila kondisi memburuk.

“Saat ini fokus utama kita adalah penanganan di lapangan. Jika ada warga yang perlu dievakuasi, kita siap. Segala potensi yang menghambat aliran air dan menyebabkan banjir di Kota Cilegon akan kita tangani secara bertahap,” pungkasnya. (Red)