PKB Cilegon di Titik Kritis: Tiga Kandidat Muncul, Target Empat Kursi Jadi Ujian Kepemimpinan Baru

CILEGONSATU.ID – Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Cilegon bukan sekadar agenda rutin pergantian kepengurusan. Forum ini menjadi penentu arah masa depan PKB Cilegon yang tengah berada di fase paling menentukan dalam sejarah elektoralnya.

Setelah dua pemilu berturut-turut hanya mampu mempertahankan satu kursi DPRD, PKB kini menghadapi tekanan internal untuk melakukan perubahan total organisasi dan strategi politik.

Ketua Bidang Hukum, Perundang-Undangan dan Hankam DPP PKB sekaligus Ketua DPW PKB Banten, Ahmad Fauzi, secara terbuka menegaskan kebutuhan transformasi partai di tingkat daerah.

“PKB Kota Cilegon harus berani go public dan bertransformasi menghadapi Pemilu mendatang,” tegasnya, Minggu (12/4/2026).

Pernyataan tersebut dibaca banyak kader sebagai sinyal kuat bahwa DPP menginginkan kepemimpinan baru yang mampu mengakhiri stagnasi politik PKB di Kota Baja.

Ari Muhammad: Realistis Soal Beratnya Medan Politik

Salah satu kandidat, Ari Muhammad, tampil dengan narasi realistis sekaligus ofensif. Ia tidak menutup mata bahwa basis politik PKB di Cilegon belum solid. “Perjuangan di Cilegon memang berat. Tapi target minimal empat kursi harus tercapai, dan saya optimis itu bisa dilakukan,” ujarnya.

Target empat kursi bukan sekadar angka. Dalam kalkulasi politik lokal, capaian tersebut akan mengubah posisi tawar PKB dalam koalisi pemerintahan maupun konfigurasi kekuatan DPRD.

Konsolidasi Total dari Ranting hingga Ulama

Ari menyebut kelemahan utama partai selama ini berada pada struktur organisasi yang belum bekerja maksimal hingga akar rumput. Jika dipercaya memimpin, ia menyiapkan langkah restrukturisasi besar-besaran dari DPAC hingga ranting untuk menghidupkan kembali mesin politik partai.

Di sisi lain, pendekatan kultural tetap menjadi strategi utama PKB. “PKB lahir dari Nahdlatul Ulama. Kedekatan dengan ulama, kyai, dan para sesepuh harus terus dijaga,” katanya.

Rebut Pemilih Baru, PKB Bidik Gen Z

Transformasi PKB Cilegon juga diarahkan keluar dari politik tradisional berbasis komunitas lama. Ari menegaskan partai harus membuka diri terhadap generasi muda, komunitas sosial, hingga figur potensial lintas partai. “PKB harus hadir di setiap lapisan masyarakat. Kita akan merekrut semua potensi, termasuk Gen Z,” tegasnya.

Muscab PKB: Pergantian Ketua atau Perubahan Arah?

Muscab kali ini dipandang bukan sekadar memilih ketua baru, melainkan menentukan apakah PKB Cilegon mampu keluar dari stagnasi panjang atau tetap menjadi pemain pinggiran dalam politik lokal. Keputusan DPP PKB terhadap tiga nama tersebut akan menjadi penanda, apakah PKB memilih stabilitas, konsolidasi kader, atau lonjakan elektoral agresif menuju Pemilu 2029. (Red)