SPMB 2026 Ubah Cara Orang Tua Persiapkan Masa Depan Anak

 

CILEGONSATU.ID – Perubahan mekanisme seleksi membawa dampak langsung bagi orang tua dan siswa. Banyak keluarga mulai menyadari bahwa strategi lama mengandalkan nilai rapor saja tidak lagi cukup.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dindikbud Kota Cilegon, Suhanda, menyebut perubahan ini mendorong budaya belajar yang lebih sehat.

“TKA bukan untuk mempersulit siswa, tetapi untuk mengukur kemampuan akademik secara lebih objektif. Ini mendorong siswa belajar memahami materi, bukan sekadar mengejar angka rapor,” ujarnya, usai menggelar sosialisasi SPMB di Training Center Dindikbud Kota Cilegon, Senin (18/5/2026).

Data Dindikbud menunjukkan persaingan masuk SMP negeri masih tinggi. Tahun ini terdapat 8.168 lulusan SD, sementara daya tampung SMP negeri hanya 3.456 kursi.

Kondisi tersebut membuat orang tua mulai mempertimbangkan berbagai alternatif pendidikan, termasuk sekolah swasta, madrasah, maupun pondok pesantren.

Menurut Suhanda, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci keberhasilan sistem pendidikan. “Sekolah negeri bukan satu-satunya indikator kualitas pendidikan. Yang penting adalah lingkungan belajar yang mampu mengembangkan potensi anak,” tambahnya. (Red)